Diskusi Kenaikan BBM

Sebenarnya, hutang negara bisa ditutupi oleh negara itu sendiri dengan banyak jalan tanpa harus mengorbankan kehidupan rakyat banyak melalui penaikan BBM yang imbasnya merata disemua lini.

Pemerintah selalu berkata defisit anggaran, tetapi studi banding, pengadaan acara-acara pesta yang meriah serta berkesan menghambur-hamburkan uang semacam peringatan 100 tahun kebangkitan nasional yang lalu di istora dan beragam aktivitas lainnya yang secara kasat mata bisa kita saksikan sendiri kesan mubadzirnya.

Kemana larinya pajak yang kita bayar ? mulai dari PPH, PPN, PBB, Pajak Mobil, Pajak Motor, Pajak Reklame dan pajak-pajak lainnya itu ? Untuk perbaikan jalan ? jalan mana ? untuk pembangunan ? pembangunan yang mana ? Kemana larinya sisa-sisa kelebihan uang jemaah haji plus dan non plus kita yang lalu ? kemana larinya ini dan itu yang akan sangat banyak bila kita harus bongkar satu persatu disini.

Ini politik, bukan kenyataan.
Kita hanya diadu domba oleh para praktisi politik.
Mereka selalu punya teori yang hebat-hebat, pinter-pinter. Padahal lihat disenayan, lihat kinerja anggota DPR. Dari dulu sampai sekarang sama saja. Korupsi, main perempuan, kolusi, sikat sini sikut sana. Petantang petenteng dengan jabatannya, seringai sana seringai sini melihat orang lain. Selalu berkesan sibuk untuk mengurus rakyat, tapi mana goal dari undang-undang porno aksi dan pornografi dulu ? mana katanya sidang konsultasi untuk memanggil presiden sekaitan rencana kenaikan bbm tempo hari ? mana sidang yang membahas kemelaratan masyarakat korban lumpur lappindo ? mana pembahasan dpr dan pemerintah tentang perbaikan korban tsunami aceh, yogya ? mana skb 3 menteri untuk ahmadiyah ?

Berbicara masalah hadis yang berkaitan dengan pola kritik terhadap pemerintah, jujur saya katakan, tanpa mengurangi penghormatan saya terhadap para perawi hadis tersebut, saya meragukan kebenaran hadis-hadis itu berasal dari mulut suci Rasulullah Saw. Bisa jadi hadis-hadis itu terbit dari para pemegang kekuasaan dari dinasti Muawiyah yang otoriter terhadap ahli bait pada jamannya. Dan itu diatas namakan kepada Rasul. Saya kira kita perlu melakukan banyak kajian kembali terhadap masalah ini. Termasuk proses kroscek terhadap ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi lainnya yang berkaitan. (Mungkin ini InsyaAllah bisa kita bahas nanti, bila waktu memang memungkinkan bagi saya khususnya).

Masalah adab, oke saya sepakat kita memang ditekankan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah untuk mengedepankan adab yang baik dan positip. Tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain. Tidak boleh mengintai-intai untuk mencari kesalahan pihak lain.

Tetapi saat kezaliman itu merata terjadi dan berimbas pada orang lain diluar sipelaku, maka Rasulullah juga memberikan tuntunan kepada kita untuk menyikapi semua itu. Bila kita melihat suatu kezaliman/kejahatan maka kita diwajibkan untuk melakukan perubahan dengan tangan, dengan mulut dan dengan hati. Jadi action tetap harus ada. Dan action tertinggi adalah dengan perbuatan. Lebih khusus lagi maksudnya adalah bertindak nyata (bukan sekedar teori atau sidang sana sidang sini, musyawarah sana musyawarah sini).

Bagi orang kecil, perbuatan yang bisa mereka lakukan dan berani mereka tempuh hanyalah berdemonstrasi. Mereka bukan wakil rakyat yang duduk diparlemen dan bisa melakukan banyak aksi melalui meja perundingan atau pengguliran mosi tidak percaya serta berbagai hal “terhormat” lainnya. Mereka bertabrakan dengan pemenuhan hidup sehari-hari yang harus mereka perjuangkan. Tidak seperti para anggota dewan atau pejabat pemerintah yang serba punya fasilitas dan tidak pusing dengan dampak kenaikan BBM terhadap perekonomian global.

Saya memang menyayangkan sikap-sikap anarkis para demonstran, termasuk mahasiswa kita yang terkesan sangat kurang santun dan beradab. Mereka malah menciptakan ketakutan-ketakutan baru dimasyarakat melalui aksi-aksinya itu.

Dahulu Ali pernah mendiamkan aksi kelompok muawiyah yang tidak puas dengan sikapnya terhadap pembunuhan Usman. Tapi ketika Muawiyah sudah dianggap keterlaluan dan memberi efek yang tidak baik dimasyarakat, Ali kemudian mencoba melakukan pendekatan persuasif. Setelah beberapa kali dicoba gagal, dia lalu mengangkat senjata untuk memerangi fitnah muawiyah tersebut. Begitupula terhadap kelompok Khawarij dan kelompok Aisyah. Ini juga yang pernah dilakukan oleh Husain terhadap pemerintahan yazid sehingga cucu Nabi tercinta itu harus wafat dengan kepala terpenggal sebagai konsekwensinya.

Inilah menurut saya yang harusnya kita ketahui dari hadis Rasul berikut :

Dari Ibnu Umar ra. berkata : Rasulullah SAW bersabda :


Wajib atas seorang muslim (untuk) mendengar dan taat (kepada pemimpin) pada apa yang ia sukai ataupun yang ia benci, kecuali kalau ia diperintah (untuk) berbuat maksiat, maka tidak ada mendengar dan taat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak ada ketaatan untuk pemerintah dalam perbuatan Maksiat, sekarang maksiat itu apa saja ? apakah hanya sebatas menyembah patung ? durhaka kepada kedua orang tua kandung ? berzinah ? membunuh saja kah ? Apakah sikap mengamini bila pemerintah mengambil kebijakan yang menyensarakan kehidupan masyarakat banyak tidak bisa dikelompokkan sebagai perbuatan menyetujui kemaksiatan ?

Maaf, ini bukan bermaksud untuk pembenaran. Tapi sangat pantas bila kita mencoba melihat masalah ini dari semua sudut dan perspektif yang ada. Kita dengarkan semua kajian-kajian berbagai kelompok yang memang punya ilmu dibidang itu. Dari sana, kita bisa memetik analisa sendiri tentang sikap dan keputusan pemerintah menaikkan bbm.

Saya sepakat mas Dani, mungkin sebagian dari kita disini bukan bagian dari orang-orang yang harus mendapat subsidi bbm. Tetapi pencabutan subsidi bbm bukan solusi satu-satunya. Karena keputusan itu berpengaruh langsung pada bidang-bidang lain dikehidupan nyata. Berpengaruh besar terhadap harga minyak goreng, harga angkutan umum, harga sayur mayur, harga telor, harga daging, harga wc umum, harga air, harga listrik, harga kertas, harga susu, harga tempe, harga tahu dan seluruh harga bahan makanan maupun material yang dikonsumsi semua orang.

Kita sudah sangat mendesak untuk memilih pemimpin-pemimpin baru secara cerdas.
Tidak perlu kita silau oleh glamour masa lalu, tidak pula oleh glamour ormas yang mendukungnya. Kita harus berubah dan merubah diri kita. Bukan menjadi bunglon tetapi menjadi “Imam Mahdi” !

Tidak usah lagi memilih partai-partai yang sudah pernah berkuasa dinegara ini, khususnya yang pernah menjadi presiden atau wakil presiden ! Semua hanya cari kesenangan masing-masing. Mereka berjuang untuk rakyatnya sendiri, yaitu rakyat partainya, rakyat keluarganya, rakyat komunitasnya.

Tulisan yang ditanggapi :



2008/5/31 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>:

- Hide quoted text -


Mengapa orang sibuk untuk menolak kenaikan BBM, dimana APBN negara ini memang tidak mencukupi membayar hutang negara akibat warisan di masa lalu. Jika demonstrasi dilakukan dengan cara yang santun dan tidak merugikan kepentingan umum, mungkin itu enak dilihanya, namun jika dilihat ulah mahasiswa sekarang yang berdemonstrasi, sepertinya keintelektualitas mereka telah hilang.
Islam mengajarkan bagaimana menasehati pemimpin bukan dengan cara berdemon yang sifatnya arogan dan mencela-cela, meemehkan penguasa, mungkin saja orang-orang yang berdemo itu belum duduk dipemerintahan, namun bila telah duduk dipemerintahan siapa tau mereka juga yang mendukung kenaikan BBM ini.
Dan inipun diakui oleh Sri Mulyani Mentri Keuangan, dahulu saya vokal terhadap pemerintah karena menaikan BBM, namun saya sekarang setelah duduk di pemerintahan menyadari bahwa saya yang mengajukan menaikkan BBM karena APBN yang tidak mungkin di tolong kecuali dengan mencabut sekian prosen subsidi BBM.
Orang beriman akan selalu di coba dan diberikan ujian apakah mereka sabar mengahadapi semua itu, mereka orang beriman selalu di coba oleh kelaparan, ketakutan, kegelisahan

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Albaqarah : 214″

Yah…kita baru dicoba dengan kenaikan BBM saja sudah mencela sana mencela sini, menghina pejabat dan lainnya segala caci maki yang keluar dari mulut para demonstran… dimana letak keimanan kita…dimana islam yang selama ini kita ketahui rahmatan lil’alamin
Bukannya saya mendukung pemerintah akan tetapi saya merasa saya orang yang seharusnya tidak termasuk di beri subsidi oleh pemerintah dalam hal BBM, coba kita berpikir bagi yang memiliki kendaraan… kita memiliki kendaraan tentunya resiko kita untuk menerima segala resiko.
Masalahnya sekarang adalah kredibilitas para pejabat yang akan memberikan bantuan BLT itu, jika benar-benar sampai kepada yang berhak maka subsidi BBM yang dicabut akan bermanfaat bagi yang berhak.
Memang kehidupan para penguasa zhalim itu sudah di digambarkan dalam hadits-hadist berikut
A. Sikap Seorang Muslim Kepada Penguasa Yang Zhalim

1. Dari Wail bin Hujr, berkata : Kami bertanya :
Wahai Rasulullah ! Bagaimana pendapatmu jika kami punya amir (dimana mereka) menahan hak kami dan mereka meminta haknya dari kami ? Maka beliau menjawab : (Hendaknya kalian) dengar dan taati mereka, karena hanyalah atas mereka apa yang mereka perbuat, dan atas kalian yang kalian perbuat. (HR. Muslim no. 1846 dari hadits Asyats bin Qais)

2. Dari Hudzaifah bin Yaman berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul (pula) ditengah-tengah kalian orang-orang (dikalangan penguasa) yang hatinya adalah hati syaithan dalam wujud manusia. Aku (Hudzaifah) bertanya : Apa yang harus saya perbuat jika aku mendapatinya? Beliau bersabda : (Hendaknya) kalian mendengar dan taat kepada amir, meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu. (Hadits shahih riwayat Muslim dalam Shahihnya no. 1847 (52))

3. Dari Adi bin Hathim ra. berkata : Kami bertanya :Ya Rasulullah, kami tidak bertanya kepadamu tentang (ketaatan) kepada (amir) yang bertaqwa, akan tetapi bagaimana yang berbuat (demikian) dan berbuat (demikian) (Adi bin Hathim menyebutkan perbuatan yang jelek) ? Maka Rasulullah SAW bersabda : Bertaqwalah kepada Allah dan (tetaplah) mendengar dan taat (kepada mereka). (HR. Ibnu Abi Ashim dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal 493 no. 1069)

4. Dari Abu Hurairah ra. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda : Wajib bagi kamu mendengar dan taat baik dalam keadaan sulit ataupun mudah, semangat ataupun tidak suka, walaupun ia sewenang-wenang terhadapmu. (HR. Muslim)

B. Mendengar & taat dalam perkara yang maruf, bukan dalam perkara maksiat.

5. Dari Ibnu Umar ra. berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Wajib atas seorang muslim (untuk) mendengar dan taat (kepada pemimpin) pada apa yang ia sukai ataupun yang ia benci, kecuali kalau ia diperintah (untuk) berbuat maksiat, maka tidak ada mendengar dan taat. (HR. Bukhari dan Muslim)

C. Larangan Menghina (Menjelek-Jelekkan) Penguasa & Perintah Memuliakannya Walau Zhalim Sekalipun

6. Dari Muawiyah berkata : Tatkala Abu Dzar keluar ke Ribdzah, dia ditemui sekelompok orang dari Irak, kemudian mereka berkata : Wahai Abu Dzar, pancangkanlah bendera (perang) untuk kami, niscaya akan datang orang-orang yang membelamu. (Maka) Abu Dzar berkata : Pelan-pelan (bersabarlah) wahai Ahlul Islam, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Akan ada sepeninggalku seorang sulthan (pemimpin), muliakanlah dia, maka barangsiapa mencari-cari kehinaannya, berarti dia telah melubangi Islam dengan satu celah dan tidak akan diterima taubatnya sampai dia mampu mengembalikannya seperti semula. (Hadits Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal)

7. Dari Abi Bakrah ra. berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Sulthan adalah naungan Allah dimuka bumi, barangsiapa menghinanya, maka Allah akan menghinakan dia (orang yang menghina sulthan), dan barangsiapa memuliakannya, niscaya Allah akan memuliakan dia. (Hadits shahih riwayat Ibnu AbiAshim, Ahmad, At-Thoyalisi, Tirmidzi dan Ibnu Hibban. Dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal no. 1017 dan 1023, dan dalam As-Shahihah 2297)

8. Dari Ziyad bin Kusaib Al-Adawi beliau berkata : Dulu aku pernah bersama Abi Bakrah berada dibawah mimbar Ibnu Amir dan beliau sedang berkhutbah sambil mengenakan pakaian tipis. Kemudian Abu Bilal berkata : Lihatlah oleh kalian pada pemimpin kita, dia mengenakan baju orang-orang fasiq. Lantas Abi Bakrah pun langsung angkat bicara : Diam kamu! Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang menghinakan penguasa Allah di muka bumi niscaya Allah menghinakannya. (Tirmidzi dalam sunannya (2225))

9. Dikitab yang sama (8/104) Imam Bukhari meriwayatkan dari Abi Jamrah Ad-DhobiI, beliau berkata : Tatkala sampai kepadaku (khabar) pembakaran rumah, lalu aku keluar menuju Makkah dan berkali-kali aku mendatangi Ibnu Abbas sampai beliau mengenaliku dan senang kepadaku. Lalu aku mencela Al-Hajjaj di depan Ibnu Abbas sampai beliau berkata : Janganlah kamu menjadi penolong bagi syaithan.

D. Tidak Boleh Memberontak Selama Penguasanya Tidak Kafir atau Masih Menegakkan Shalat

10. Dari Ummu Salamah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Akan ada sepeninggalku nanti pemimpin (yang) kalian mengenalnya dan mengingkari (kejelekannya), maka barangsiapa mengingkarinya (berarti) dia telah berlepas diri, dan barangsiapa membencinya (berarti) dia telah selamat, akan tetapi barangsiapa yang meridhoinya (akan) mengikutinya. Mereka para sahabat bertanya : Apakah tidak kita perangi (saja) dengan pedang ? Beliau menjawab : Jangan, selama mereka masih menegakkan shalat ditengah-tengah kalian. (HR. Muslim 6/23)

11. Dari Said Al-Khudri beliau berkata : Bersabda Rasulullah SAW :
Akan ada nanti para penguasa yang kulit-kulit kalian menjadi lembut terhadap mereka dan hati-hati pun menjadi tenang kepada mereka. Kemudian akan ada para penguasa yang hati-hati (manusia) akan menjadi benci kepada mereka dan kulit-kulit pun akan merinding ketakutan terhadap mereka. Kemudian ada seorang lelaki bertanya : Wahai Rasulullah, tidakah kita perangi saja mereka ? Beliau bersabda : Jangan, selama mereka masih menegakkan shalat ditengah-tengah kalian. (As-Sunna Ibnu Abi Ashim hal. 49)

12. Dari Ubadah bin As-Shamit ra., beliau menceritakan :
Kami membaiat Rasulullah SAW untuk mendengar dan taat (kepada pemerintah muslimin) dalam keadaan kami senang atau benci kepadanya, dalam keadaan kesulitan atau kemudahan, dan dalam keadaan kami dirugikan olehnya, dan tida boleh kita memberontak kepada pemerintah. Kemudian beliau SAW bersabda : Kecuali kalau kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian mempunyai bukti dari Allah pada perbuatan pemerintah tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

E. Tercelanya melakukan tanzhim rahasia (Gerakan bawah tanah)
13. Dari Ibnu Umar ra. berkata : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya : Wahai Arsulullah, berwasiatlah kepada kami. Maka Rasulullah SAW bersabda : Dengarlah, taatlah, wajib bagi kalian dengan (sikap) terang-terangan (terbuka), dan hati-hatilah kalian dari (rencana) rahasia. (Hadits shahih riwayat Ibnu Abi Ashim dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal)

F. Perintah untuk bersabar menghadapi pemimpin yang zhalim

14. Dari Anas berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Sepeninggalku nanti kalian akan menemui atsarah (pemerintah yang tidak menunaikan haq rakyatnya-ed) maka bersabarlah sampai kalian menemuiku. (HR. Bukhari dan Muslim)

15. Dari Anas bin Malik berkata : Para pembesar kami dari kalangan sahabat Muhammad SAW melarang kami. Mereka berkata : Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kalian mencela pemimpin-pemimpin kalian, janganlah kalian dengki kepada mereka dan janganlah kalian membenci mereka, (akan tetapi) bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya perkaranya (adalah) dekat. (Hadits shahih riwayat Ibnu Abi Ashim dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal, hal 474 no. 1015)

16. Dari Abdullah bin Abbas ra. bahwa Nabi SAW bersabda :
Barangsiapa melihat sesuatu yang ia benci ada pada pemimpinnya maka hendaklah ia bersabar, karena barangsiapa melepaskan diri dari Al-Jamaah meskipun sejengkal maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah. (HR. Bukhari dan Muslim)

17. Dalam riwayat Muslim : Barangsiapa membenci sesuatu dari pemimpinnya (pemerintah) maka hendaklah ia bersabar. Karena tida ada seorang manusiapun yang keluar dari (kekuasaan) penguasa meskipun sejengkal lalu dia mati dalam keadaan demikian, melainkan matinya tak lain dalam keadaan mati jahiliyyah.

G. Cara Menasehati Penguasa

1. Dari Iyadh bin Ghanim berkata : Bersabda Rasulullah SAW :
Barangsiapa berkeinginan menasehati sulthan (penguasa), maka janganlah melakukannya dengan terang-terangan (di depan umum) dan hendaknya dia mengambil tangannya (dengan empat mata dan tersembunyi). Jika dia mau medengar (nasehat tersebut) itulah yang dimaksud, dan jika tidak (mau mendengar), maka dia telah menunaikan kewajiban atasnya. (Hadits Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal. 507 no. 1096)

2. Dari Ubaidillah bin Al-Khiyar berkata : Aku pernah mendatangi Usamah bin Zaid, kemudian saya katakan kepadanya : Tidakkah kau nasehati Utsman bin Affan agar menegakkan had (hukuman) atas Al-Walid ? Usamah berkata : Apakah kau kira aku tidak mau menasehatinya kecuali dihadapanmu ?! Demi Allah, aku telah menasehatinya antara aku dan dia saja. Aku tidak mau membuka pintu kejelekan kemudian aku menjadi orang pertama yang membukanya. (Atsar shahih riwayat Bukhari dan Muslim)
Wallahu A’lam Bish-Shawab.

Akhir kata : Ya Alah jadikan kami orang yang sabar dan beserta orang-orang yang bersabar, sesungguhnya Engakau menyukai orang-orang yan bersabar….

2008/5/31 muhammad islan <islan_jojo@yahoo.com>:
ada undangan nih, untuk kita semua ………….
isinya demikian :

AKSI UMAT
TOLAK KENAIKAN BBM
HARGA BBM NAIK
Harga sembako naik. Ongkos angkot naik. Biaya hidup naik. Hidup semakin susah.
Inilah buah sistem sekuler dan kepemimpinan yang tidak peduli nasib rakyat
Rakyat tercekik!

Kini saatnya kita bergerak!!
Tunjukkan penolakan anda, kekecewaan dan ketidakpercayaan anda. Sekarang juga!!. Tunjukkan pula keinginan anda untuk perubahan menuju tegaknya syariah dan lepemimpinan amanah di negeri ini.

Bergabunglah dengan sejuta umat dari berbagai elemen pada

Aksi Umat Tolak Kenaikan BBM

Ahad, 1 Juni 2008 Jam 13.00 WIB – selesai
di depan Istana Negara Jakarta

Dengan Syariah,
Menuju Indonesia Lebih Baik

undangan ini berasal dari HIZBUT TAHRIR INDONESIA

untuk informasi aksi: Shodiq Ramadhan 081334765830

Itulah undangan yang saya dapat

MIS
Islan_jojo@yahoo.com / magazer@gmail.com

About these ads

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: