- Keselamatan atas mereka yang mengikuti petunjuk -
Posting ini merupakan jawaban atas pernyataan dari salah seorang rekan dari Kristiani (Sdr. Rizal Lingga : nyomet123@yahoo.com ) atas posting beliau di Milis_Iqra dengan judul “Mengapa Isa itu bukan Yesus Kristus”. ; Jawaban ini dibuat secara bertahap dan satu persatu digulirkan sehingga mudah untuk dipelajari serta dianalisa dan bisa lebih memberikan hikmah terhadap kebenaran (InsyaAllah).
Posting ini juga bisa dianggap sebagai pelengkap dari buku saya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus” yang InsyaAllah akan segera terbit setelah Ramadhan ini.; Lebih jauh dan lengkap tentang apa dan siapa sosok Nabi Isa al-Masih putera Maryam serta bagaimana perjalanan dakwah beliau ditengah komunitas bangsa Israel sejak awal sampai ia di-isukan wafat dalam penyaliban atau bahkan dimitoskan diangkat kelangit oleh penganut Kristiani maupun oleh sebagian penganut Islam, silahkan membaca buku saya tersebut.
Palembang, 04 Oktober 2007
ARMANSYAH

1. Penamaan :
al-Qur’an menyebut nama beliau dengan al-Masih ‘Isa putera Maryam
Bible menyebut nama beliau dengan Yesus Kristus putera Allah Bapa
Mana yang benar ?
Jawab :
A.
Istilah Yesus Kristus atau Jesus Christ yang sekarang dijumpai didalam Bible bukanlah nama aslinya, karena nama itu adalah hasil terjemahan kedalam bahasa Yunani (Gerika) dari bahasa aslinya yang diterapkan oleh para penerjemah kitab Bible agar lebih mudah diterima dan diucapkan oleh masyarakat yang berbahasa Yunani pada abad pertama dan kedua, disamping itu, masyarakat Gerika pada saat itu gemar sekali pada mitologi, kepercayaan, penyembahan berhala kepada dewa ‘Zeus’ dan juga ‘Dionysius’ atau sejenisnya, sehingga nama tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang sudah dikenal dan mudah bagi lidah masyarakat mereka, yaitu ‘Iesous,’ kemudian dari bentuk inilah diperoleh sebutan ‘Jesus’ dalam bahasa Inggris atau ‘Yesus’ dalam bahasa Indonesia.
Anda ingat cerita mengenai Barnabas dan Paulus di Likaonia ?
Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. – Kisah Para Rasul pasal 14 ayat 11 dan 12
Jika reaksi dari penduduk Yunani semacam ini yang menganggap Barnabas dan Paulus sebagai dewa berbentuk manusia, maka hal ini menandakan bahwa keduanya mengalami kesulitan praktis dalam menyebarkan ajaran tentang Messias Israel. Bagi orang-orang Yunani yang Polytheisme, penggambaran tentang sosok sang Messias Israel, haruslah sesuai dengan salah satu dewa mereka, dan mungkin sekali mereka siap untuk menerima ajaran Tauhid dalam penggambaran seperti ini. Sebab bagi pemahaman mereka, tetap ada ruang untuk lebih dari satu. Ajaran Nabi putera Maryam mengenai Tauhid, adalah suatu bentuk penghapusan semua dewa-dewa yang beragam itu. Ajaran ini yang tidak bisa diterima oleh mereka. Tugas menciptakan cara hidup yang diajarkan oleh konsep Tauhid di Yunani tanpa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, pastilah sangat berat karena itu dimulailah pengadopsian sosok sang Messias dari tokoh dewa yang sudah ada dan agar tetap tampil beda disesuaikanlah namanya menjadi Iesous seperti yang telah diterangkan dimuka.
Nama Yesus sendiri dalam bahasa Yahudi adalah Yaohushua (
) diucapkan ‘yao-hóo-shua’ – tekanan pada suku kata kedua, dengan pengucapan huruf hidup pada suku kata pertama seperti pada pengucapan kata ‘how’ dalam bahasa Inggris. Arti dari Yaohushua ini adalah kuasa Yaohu menyelamatkan. Yaohu sendiri berasal dari kata Yáohu UL, yaitu sebutan untuk Allah dalam bahasa Yahudi sehingga nama itu bisa diartikan Nabi yang akan menyelamatkan umatnya (yaitu Bangsa Israel) dengan kuasa Allah (seperti yang juga bisa dirujuk ke Injil Matius pasal 1 ayat 21 : karena dialah yang akan menyelamatkan umatnya dari dosa mereka.)
Tetapi patut diingat juga bahwa bahasa yang digunakan oleh beliau pada waktu itu adalah bahasa Aram (yaitu bahasa ibunya bangsa semit kuno), maka nama Yaohushua tersebut dalam bahasa Aramnya adalah Eesho (bukan Esau). Istilah Aram Eesho sama dengan istilah Arab ‘Isa, karena antara bahasa Arab dengan bahasa Aram merupakan satu rumpun.
Jadi, dalam hal ini, penggunaan nama ‘Isa yang dijumpai dalam al-Qur’an, jauh lebih tepat dibanding dengan istilah Yesus yang ada dalam al-Kitab Kristen (Bible).
Catatan tambahan : untuk mempelajari khusus tentang nama Yaohushua ini lebih jauh maka saya persilahkan anda atau siapa saja untuk membacanya lebih lengkap di “Introduction to the Restored Name King James Version” http://www.eliyah.com/Scripture/preface.htm yang juga sudah diterima sebagai salah satu modul resmi aplikasi Electronic Bible : e-sword (www.e-sword.net) karya Rick Meyers.
B.
Istilah putera Allah Bapa, sebenarnya hanyalah kiasan semata, karena sosok yang disebut sebagai Tuhan Bapa dalam terminologi Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, adalah konsepsi Tuhan yang Maha Tunggal atau Tuhan yang Laam Yaalid Waalam Yuulad, bukan Tuhan yang berbilang. Dengan demikian maka istilah anak Allah bukan merupakan istilah yang sebenarnya. Bagaimanapun, Eesho alias Yesus alias ‘Isa adalah anak seorang manusia bernama Maryam dengan sebuah takdir atau ketentuan yang sudah ditetapkan kepadanya dengan tidak mengandung unsur-unsur ketuhanan sedikitpun.
Mari kita kembali pada pembahasan sebelumnya mengenai kelahiran ‘Isa yang diriwayatkan oleh Lukas 1:30 :
Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30)
Disini malaikat Gabriel telah memberitahukan kepada Maria bahwa dirinya telah memperoleh kasih karunia dari Allah. Apakah kasih karunia dari Allah itu ?
Jawabannya ada pada ayat berikutnya :
“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Yesus.” (Lukas 1:31)
Jadi kasih karunia tersebut berupa hamilnya Maria yang disebutkan pada ayat ke-35 bahwa “…kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau” yang dilanjutkan pada ayat ke-37 :”Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Lagi-lagi ini memiliki pengertian yang serupa dengan al-Qur’an yang sudah pernah kita bahas pada email terdahulu dimana disana disebutkan bahwa :”Ketika Malaikat berkata:”Wahai Maryam, sesungguhnya Allah mengabarkan kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah daripadaNya, namanya Almasih, ‘Isa putra Maryam.” (QS. 3:45)
“Allah berfirman : ‘Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:”Jadilah”, lalu jadilah dia.” (QS. 3:47)
“Demikianlah Tuhanmu berfirman : ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku, karena Kami hendak menjadikannya suatu tanda untuk manusia dan sebagai suatu rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah ditetapkan”. (QS. 19:21)
Ayat yang cukup sering dijadikan dasar fondasi akan ketuhanan Yesus oleh umat Kristiani beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.; Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. – Kitab Injil Yohanes 1:1-3
Serta
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. – Kitab Injil Yohanes 1:14
Sejauh mana kebenaran ayat-ayat diatas dalam mendukung ke-Tuhanan Yesus ?
Mari kita analisa …
Point pertama, bahwa kalimat yang terdapat pada Injil Yohanes tersebut, bukanlah merupakan ucapan atau kesaksian dari Yesus sendiri, melainkan hanyalah kalimat dari Yohanes sipenulis Injil, sementara Yohanes penulis Injil ini pun berdasarkan hasil penelitian dari banyak sarjana alkitab sendiri, sangat diragukan bukanlah Yohanes bin Zabdi murid Yesus yang masuk dalam kelompok 12 murid utama.
Point berikutnya, hal yang unik dalam alkitab Indonesia ayat dari Injil Yohanes pasal 1 ayat 14 diatas tampaknya baik-baik saja dan tidak ada yang salah, tetapi coba kita samakan dengan alkitab berbahasa Inggris versi King James Version akan anda temukan beberapa kalimat berada dalam tanda kurung, yang mengindikasikan bahwa kalimat ini tidak pernah ada pada versi alkitab tertua.
“And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.” (John 1:14)
Kenapa para penterjemah Alkitab Indonesia meninggalkan penulisan tanda kurung tersebut ? Jelas bahwa agar ayat ini bisa lebih leluasa untuk dipakai sebagai penopang ketuhanan Yesus tanpa mendapat pertanyaan yang bersifat kritis.
Tapi ya sudahlah, terlalu bertele-tele jika harus membahas masalah ini saja sebab berdasarkan pengalaman, rekan-rekan Kristen kitapun akan mengeluarkan argumen yang panjang-panjang untuk menjawabnya yang intinya tidak akan menghasilkan suatu komitmen.
Untuk itu mari kita memulai pembahasan :
Pada pasal 1:1-3, disebut oleh Yohanes bahwa pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama Allah, dan firman itu adalah Allah.
Firman ini mulanya sama sebagaimana permulaan dengan Allah asalnya. Semua benda dibuat oleh-Nya. Dan tanpa Dia, tidak akan ada benda apapun yang terciptakan.
Sekarang, apa yang dimaksud dengan Firman atau dalam Bible berbahasa Inggris disebut dengan Word ini ?
Jika kita analisa, isi Kalimat sambungannya belum merupakan kalimat jawaban tetapi berupa kalimat penambahan, yaitu bahwa “Firman atau Word” tadi bersama dengan Tuhan (The Word was with God).
Kedua kalimat ini disambungkan dengan kata “With” atau “Beserta/bersama”.
Sekarang :
Jika ada orang berkata “Armansyah bersama Rizal Lingga”, maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa Armansyah tetaplah Armansyah itu sendiri dan dia bukan Rizal Lingga.
Jadi berdasarkan ayat Bible tersebut yang menyatakan bahwa “The Word was with God”, langsung dapat dimengerti bahwa “The Word” bukanlah “God” (Firman bukanlah Allah), begitupula sebaliknya, lihat kembali analogi yang sudah saya berikan diatas.
Jika pada kalimat berikutnya disebut bahwa “The Word was God”, maka kita tidak bisa mengambil arti bahwa “Word” itulah Tuhan, melainkan kita kembalikan pada kalimat sebelumnya, bahwa “The Word was with God”, jika tidak, maka kita akan menemukan satu pertentangan yang tajam dalam satu ayat, dimana disebut pada awal bahwa si A bersama dengan B (meaning A # B) lalu pada kalimat berikutnya mengatakan bahwa A = B, ini suatu kontradiksi.
Untuk itu, mari kita hilangkan kontradiksi ini dengan cara yang terbaik sebagaimana saya sebutkan diatas.
Sejenak kita melakukan lompatan pembahasan dahulu kepada ayat ke-14 dari pemberitaan Yohanes.
“And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.” (John 1:14)
Dan “The Word” dijadikan bentuk Jasmani (flesh = tubuh berdaging = jasmani), lalu The Word yang sudah menjadi jasmani ini tinggal diantara manusia (“us” disini merefer pada manusia atau human being).
Kita kembalikan lagi pembahasan Yohanes, dimana dikatakan bahwa The Word pada 1:1 yang bersama dengan Tuhan itu telah menjadi jasmani yang tinggal ditengah-tengah manusia pada 1:14.
Sebagaimana yang sudah kita bahas, bahwa The Word # Yahweh, untuk itu kita juga tidak bisa langsung mengatakan bahwa “The Word” tersebut adalah inkarnasi dari Yahweh dalam wujud jasmani manusia, sebab Yahweh bukanlah “The Word” itu sendiri.
Lalu apa “The Word” itu sebenarnya ? Jawabnya tidak lain bahwa “The Word” itu merupakan ketetapan atau keputusan yang dibuat oleh Allah dan bukan Allah itu sendiri. Dimana sang “The Word” akan diberikan kepada Maria bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang suci tanpa bapak jasmani karena sebab kuasa Allah yang maha tinggi, sebab bagi Allah tidak ada sesuatu yang mustahil.
Dia mampu menjadikan sesuatu yang sebelumnya tidak ada, lalu diadakan-Nya (lihat Yohanes 1:3, Surah al-Kahfi 51, ar-Ruum 8 dsb), dibentukNya dunia dan seluruh alam raya ini dengan kekuasaanNya, apakah kita mesti harus ragu dengan kebijaksanaanNya ?Menganggap bahwa kelahiran ‘Isa almasih itu sebagai suatu keistimewaan tersendiri dan dinisbatkan sebagai kelahiran Tuhan, rasanya cenderung hanya memperikutkan kita kepada tradisi-tradisi masa lalu, kepercayaan Mesir kuno, Babilon, Persi atau Yunani.
Ayat lainnya yang juga dijadikan oleh kaum Kristiani alasan untuk mempertuhankan al-Masih adalah :
“Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38)
Ayat ini bisa kita tarik benang merah dengan ayat yang terdapat didalam Yohanes 17:21 dan 23 :
“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku. “
“Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku.”
Kalimat “Bapa dalam aku”, dan muridnya pun jadi satu dengan Allah dan Yesus mempunyai pengertian bahwa Allah selalu menyertai Yesus dan para muridnya dimana dan kapan saja, ini BUKAN suatu pernyataan bahwa Allah = Yesus atau Allah = murid-murid.
Selain itu, untuk menambah kelengkapan penjelasan bahwa anak Tuhan yang dipakaikan terhadap Yesus hanyalah satu kiasan, kita tarik lagi benang merah antar ayat-ayat Bible.Kalimat anak Tuhan ini juga bisa kita temukan dalam berbagai ayat Bible lainnya yang merujuk pada pribadi atau golongan selain dari Yesus.
Daud disebut sebagai anak Allah yang sulung berdasarkan Mazmur 89:27
Yakub alias Israil adalah anak Allah yang sulung berdasarkan Keluaran 4:22 dan 23
Afraim adalah anak Allah yang sulung berdasar pada Yeremia 31:9
Adam disebut sebagai anak Allah berdasar Lukas 3:38
Selanjutnya tercatat pula adanya anak-anak Allah dalam :
Kitab Kejadian 6:2 dan 6:4,
Kitab Job 1:6 dan Job 2:1 serta Job 38:7
Bahkan salah satu kriteria untuk menjadi anak-anak Allah adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Matius pasal 5 ayat 9 dan juga Yohanes pasal 1 ayat 12:
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”.
Dengan demikian maka sebagai kesimpulan akhir dari semua ini adalah : Bahwa yang disebut selaku anak Allah itu merupakan manusia yang dicintai atau diridhoi Allah yang lazim juga dikenal sebagai para kekasih Allah atau mereka yang taat kepada perintah-perintah Tuhan.
Dalam hal ini, Allah menyatakan firman-Nya di Qur’an sebagai berikut :
“Dan mereka berkata: ‘Allah mempunyai anak.”, Mahasuci Dia ! Bahkan Dia-lah yang mempunyai apa-apa yang dilangit dan dibumi.”
(QS. 2:116)
Mereka berkata:”Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. 10:68)
Dan telah berkata orang-orang Yahudi dan Nasrani: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Tanyalah: “Kalau begitu, kenapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ?” Kamu adalah manusia (biasa) yang telah diciptakan-Nya.” (QS. 5:18)
“Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun.”
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.,
Salamun ‘ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
Catatan : Posting ini boleh diteruskan kemana saja selama itu bermanfaat bagi kemaslahatan umat Islam dan pencerahan kepada semua orang yang membutuhkannya dengan tetap menyertakan sumber pengambilannya dengan lengkap agar siapapun yang ingin secara langsung mendiskusikan ataupun melakukan sanggahan-sanggahan dapat menghubungi penulis secara langsung dan tidak membuatnya bingung yang bisa jadi menghalangi semangat pembelajarannya terhadap kebenaran yang sudah sampai.
Copyright hanya ada pada ALLAH, sumber semua kebenaran.
—– Original Message —–
From: “rizal lingga” <nyomet123@yahoo.com>
To: <Milis_Iqra@googlegroups.com>
Subject: [Milis_Iqra] MENGAPA ISA ITU BUKAN YESUS KRISTUS
Filed under: Diskusi Via Email





Saya masih bingung menanggapi pernyataan bapak tersebut.
Saya saat itu mebaca Alkitab dan di salah satu isi kitab( saya kurang tahu kitab apa) terdapat kalimat yang dikatakan Yesus Kristus bahwasanya dialah Alfa dan Omega, awal dan akhir.
Selain itu juga saya pernah membaca konteks Alkitab lainnya, di salah satu kitab perjanjian baru, Yesus juga pernah berkata bahwa”Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada 1 orang pun yang datang ke pada Bapa kalau tidak melalui Aku”
Terimakasih sebelumnya, semoga bapak selalu diberkati, Amin.
shalom…
kiranya Bapa memberi jalan bagi kita untuk berjalan di atas kbenaran yaitu Allah & FirmanNYA>>>
HALELUYA….
kalau mau bukti yesus itu tuhan atau bukan yach ,,… tunggu aja ketika kita udah mati kita tanya langsung pada Yesus Dia Tuhan atau bukan. sekarang kita jalani apa yang kita jalani. yang penting kita hidup dengan penuh kebaikan, itu sudah cukup.
aku mau katakan pada saudara, sebenarnya saudara iri kan sama umat kristen (nasrani) kami punya juru slamat, kalau anda ngak iri kenapa anda capek2 buat blog ini, anda percaya kepada agama saudara islam kan jadi ngapain mengurus agama orang lain, kalau kami mengada ada ngapai kalian repot-repot urusi agama kami, ingat man…… kita sama-sama bangsa indonesia, jadi jangan sampai pecah antara umat kristen dengan umat islam. kamu sudah meyebut kami kafir di AL QURAN yang kamu banggakan itu. terserah kamu mau ngomong apa, jangan buat sakit hati kepada umat kristen di blog ini. semoga TUHAN MEMBERKATI SAUDARA dan mengampuni saudara. syalom…….
Isa=Iesus (Ibrani) atau Yesus (Greek/Yunani),
Masih/Mahdi= Masehi atau Mesiha atau Messias,
atau Kristus (Yunani).
Isa al-Masih (Yesus Kristus) merupakan satu2nya manusia Qudus yg banyak sekali memberikan mukjizat2 Ilahiya yg hanya merupakan kuasa Tuhan yg mutlak, yakni membangkitkan orang mati dan Ia (Yesus) sendiri bahkan bangkit dari alam qubur/maut dan menang atas maut/syaiton.
“Al-Masih qama min bainal amwat
wa wathiy al-mauta al-maut
wa wahaba al-hayata lil ladzina
ful qubur”
Kristus telah bangkit dari antara
orang mati, dengan kematian-Nya telah
diinjak-injak kematian, dan dikaruniakan-Nya
hidup baru bagi setiap orang yang ada
dalam kubur kematian.
demikian terima kasih,
Shallom alleokhem.
waw dahsyat “hikmat duniawi” nya,,
terimakasih buat penguatan iman saya to papa Jesus, hormat, kemuliaan, pujian hanya buat Dia sang Juruslamat, Kristus Yesus Tuhan kita,,,
moga bapak semakin diberkati, Amin.
jgn terLaLO mngdpkan iLMu
ap lg agma musLIm.
qmie sbg umat kRIsten tdk byk bcra.
suatU saat kalian sdri akn prcya bhwa
YESUS ADALAH TUHAN
SANG JURUSELAMAT.
umat plihannya adalah Israel
akn ttap mnjdi bgsa yahudi yg bsar
yg tdk akn trklhkn oleh klian pngnut muslim.
ketika saya membaca secaracermat dan berulang-ulang kali. terlihat bahwa analisis bapak sangat-sangat ngawur..!! maaf sebelumnya. sudah di tegaskan oleh yesus “jangan mencobai tuhan allahmu sendiri”. pada saat yesus dicobai oleh iblis di padang gurun. kalau saya boleh sarankan bapak, bapak bacalah secara cermat jika merasa kurang ulanglah beberapa kali. jika saya boleh analisis, menurut hemat pikiran saya, setelah yesus tidak ada nabi-nabi lagi. dan yesus akan kembali lagi pada hari kiamat. siapakah nabi muhammad? kenapa kalau sholat selalu selalu menghadap ke kabbah, apa isinya kabah? berarti itu merupakan penyembahan sama seperti bangsa yunani? kenapa sholat harus diwaktukan? berarti anda mengkotakkan
Pak Armansyah, untuk membahas tentang Yesus seharusnya anda lahir baru dulu. Murid Yesus dulu, dalami dulu ttg ajaranNya, baru cintai lah Dia. Kalau anda ingin masuk Sorga, mari bergabunglah dengan kami percayai Dia. percuma anda berbuat baik, tetapi tdk masuk Sorga. Anda tahu, bahwa melalui Dialah kita bisa ke Sorga. ingat, TIDAK ADA JALAN LAIN.
1 hal aja deh terserah apapun yang maw dia tulis di blognya ,Tapi mesti kita ingat bahwa barang siapa percaya kepadanya maka engkau akan di selamatkan.
Yah buad yg bikin blog cuekin aja lah…
Saya rasa pemahaman bapak apa yang telah bapak jabarkan sangatlah hanya untuk ukuran “Logika”…perlu bapak ketahui ilmu pentafsiran bapak itu sangatlah DANGKAL dan saya rasa bapak masih perlu banyak belajar untuk menggali siapa Yesus Kristus dan mengenalinya….ingat Pak Arman “Ilmu Logika” jangan disatukan dengan agama dan bila sudut pandang bapak hanya sebatas agama artinya sia-sialah bapak jadi orang pintar karena tidak berguna……dengar baik “AGAMA” tidak menyelamatkan hidup manusia, bro….jadilah orang bijak jangan jadi orang pintar karena negara ini sudah banyak dibodohi oleh pintar tapi jadilah orang yang berbeda, sehingga bapak bisa menjadi terang bagi bangsa ini…..be a wise person not a smart person…….JBU n fam
Pak Armansyah Yth,
Pembahasan yang bapak sampaikan sah-sah saja, dan bahasan ini (penyangkalan Ketuhanan Yesus) sudah ada sebelum zygote bapak terbentuk dan hasilnya TIDAK ada satupun yang dapat mematahkan Ketuhanan YESUS, terimakasih sudah mengulasnya, ini jadi bahan buat saya (yang lainnya banyak : Ulangan 18) bahwa inilah yang ada dalam pikiran bapak dan mungkin bagi banyak orang lain yang gak percaya. TQ. seneng Gue
Shaloom.. Waktu Adam di firdaus bnyk “membantu” ALLAH mengatur & mengelola ciptaanNYA yg lain. Tp hanya krn 1 kslhn dia diusir dr sana. Artinya di firdaus ALLAH tdk menginginkan 1pun dosa. Jd ALLAH tdk mmprhitngkn amal & dosa ktk kiamat melainkan kita hrs bnr2 bersih tanpa setitikpun noda. Hanya yg bnr2 tanpa noda dosa yg mampu mmbw kita kembali ke firdaus, yaitu DIA (YESUS). Dia sedang tersenyum menanti anda dtg pdNYA dan mendapat kepastian keslamatan brsamaNYA. TUHAN YESUS MEMBERKATI.
anda berbicara tentang isa bukanlah nabi,tp mengapa didalam kata2 anda diatas ada kata2 insya Allah tentang kebenarannya.
bagaimana anda bisa meyakini orang banyak tapi anda sendiri tidak yakin dengan mengucapkan kata2 insya Allah.
janganlah kita menjatuhkan agama satu sama lain,karena INGAT semua agama mengajarkan yang baik.
PUJI TUHAN..anda mengulas semuanya..tp,,yg saya mau koreksi kepada bapak..apakah bapak pernah merasa kosong dalam hidup bapak??apa di Al-Quran ada ayat yg menyebutkan tentang masa pengangkatan??knp bapak tidak mengulas juga tentang kitab suci agama yg lain..dari mana bapak mendapt ilham sperti itu apakah bapak ini seorang nabi??bertobatlah,,sebab TUHAN akan datang segera…saya bersykur menjadi orang kristiani..karna ALLAH saya ALLAh yg hidup..yg mau menebus dosa seluruh umat manusia bukan umatnnya..termasuk dosa yg telah bapak perbuat..itu semua dibayar gratis dengan darah yg mahal…darah YESUS..ALLAH hanya ada 1 pribadi,,,bukan 3 sperti yg bapak ulas..tp,DIA mempunyai 3 sosok pribadi yg membuat saya terkagum akan kebesarannya…ALLAH BAPA..ANAK(YESUS)..ROH KUDUS..saya bersyukur bisa memanggila TUHAN saya YESUS KRISTUS dengan sebutan BAPA..Terimakasih..